5 Mitos Seputar Traveling yang Dipercaya Membantu Tetapi Menyesatkan

5 Mitos Seputar Traveling yang Dipercaya Membantu Tetapi Menyesatkan

Wisata Holik - Mitos memang selalu menjadi hal yang sering tersebar dan dipercaya secara luas dan bahkan ditemukan di mana saja bahkan hal-hal yang berkaitan dengan Travelling. Perkembangan hobi travelling hari ini memang sangat berkembang bahkan sudah banyak situs yang menjadi bahan referensi kepada anda, namun diantara banyak tips ada lima mitos yang paling sering beredar yang paling sering dipercaya oleh para traveler baru.

Supaya mitos ini tidak terbesar luas berikut ini penjelasan dari mitos dan penjelasan biar tidak ada salah kaprah lagi dari Wisata Holik.

1. Travelling ditempat perawan lebih asyik.

Berkunjung ke tempat masih perawan alias belum banyak diketahui oleh orang atau bahkan ada menjadi orang pertama yang akan menjajal tempat tersebut memang menyenangkan. Apalagi kalau tempat tersebut sangat sepi sehingga bisa seperti privet spot sehingga tidak ada pengganggu.

Memang ada benarnya, namun lebih banyak resikonya, karena travelling sendiri ke tempat perawan bisa jadi jauh lebih berbahaya soalnya warga di sekitar tempat tersebut dan pemerintah setempat tentu saja sudah lebih dahulu tau tempat tersebut, namun tidak dijadikan sebagai tempat rekreasi karena ada banyak pertimbangan. Belum lagi sulitnya mendapatkan pertolongan ketika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan di lokasi, jadi sebaiknya pertimbangan baik-baik sebelum memulai perjalanan ke tempat yang sunyi dan masih baru.

cewek cantik travelling berani panjang tebing


2. Booking Hotel Konvesional lebih murah

Masih banyak yang percaya kalau booking hotel secara konvensional atau langsung datang ke tempatnya jauh lebih hemat di bandingkan melalui metode online, namun percaya atau tidak teknologi memang telah merubah segalanya bahkan reservasi Hotel pun jauh lebih murah dengan online dibandingkan harus cape-cape ke Hotel langsung. Belum lagi ditambah peluang kehabisan kamar ketika di lokasi tentu saja membuat proses ini menjadi semakin ribet dan bertele-tele.

Saat ini ada banyak media dan jasa travel online yang melakukan kerja sama dengan banyak hotel sehingga booking melalui aplikasi online akan mendapatkan potongan harga promo. Hal ini jauh lebih nyaman karena bisa dilakukan jauh-jauh hari dan juga tidak perlu khawatir jika kamar hotel sudah penuh di-booking karena sisa cek lagi hotel lain langsung dari tempat duduk anda.

wanita cantik online di kamar hotel


3. Gonta-Ganti Online Travel Agency biar lebih murah

Beberapa orang yang suka berbelanja dengan cara tradisional juga terbawa di dunia online. Teknik membandingkan harga jasa sewa pesawat, tiket dan booking kamar hotel membuat gonta-ganti OTA menjadi hal yang paling sering dilakukan. Memang cara ini bisa membuat anda hemat mulai dari ribuan hingga puluhan ribu sekali online, namun cara ini tentu saja ada ruginya bahkan lebih besar.

Saat sistem Online travel agency sudah mulai dilakukan data base sudah menjadi hal yang mudah untuk di cek. Banyak travel agen akan memberikan penawaran dan diskon tertentu untuk pelanggan yang setia menggunakan jasa mereka, belum lagi jika sistem poin dan bonus di-akumulasi oleh sistem dengan OTA yang sudah terintegrated, oleh karena setia pada satu OTA, belum lagi pelayanan OTA yang sudah sering digunakan tentu saja sudah dapat dipercaya dan tidak mengecewakan.

Gonta-Ganti Online Travel Agency biar lebih murah wanita cantik tiduran di pantai wisata pantai murah


4. Bahasa Inggris Cukup untuk Keliling Dunia

Sudah bukan rahasia Lagi jika Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa Internasional dan banyak menjadi second language di berbagai negara, namun bukan berarti Bahasa Inggris bisa menjamin proses komunikasi anda dengan banyak orang di berbagai negara. Banyak orang yang tidak menguasai Bahasa Inggris di negara non-inggris bahkan di sekelas negara Eropa sekalipun.

Misalnya ketika anda pergi berlibur ke Vietnam, Laos, Ethiopia dan Afrika tentu tidak semua dari mereka mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik bakan ada beberapa negara yang tidak menjadi bahasa Inggris sebagai Second language seperti Burgundy dan beberapa negara di Afrika yang menggunakan Bahasa Perancis sebagai bahasa ke dua mereka. Jadi kesimpulannya, anda perlu belajar bahasa Inggris, belum lagi ada beberapa Negara yang rasis dengan bahasa Negara Mereka Sendiri sehingga mereka tidak suka ketika orang lain mengajak mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Artikel Wisata Holik Lainnya :

Scroll to top